ketika mereka sedang asyik berbalas pesan. hp ana berdering untuk kesekian kalinya. tetapi dering ringtone kali ini berbeda. ketika dilihat, erwan yang menelpon. "hai na, tadi kok ditutup gitu aja sih? akukan kangen banget ama kamu na". "eh erwan sorry yah, tadi mamah manggil. jadi aku terpaksa nutup telepon tadi. maaf yaa". "iya gpp. oya lagi apa sekarang na?". "lagi dikamar nih. lagi liat diri sendiri". "maksud kamu apa na? aku ga ngerti", "hm ..... pokoknya aku lagi liat diri sendiri". "yeeeee .. geje kamu hahaha". "biarin:P hahaha".
didalam hati, ana sebenarnya dia ingin mengatakan bahwa dia mencintai cowo lain, tetapi mulutnya membeku ketika dia akan mengatakan hal tersebut. karena dia tidak tega menyakiti cowo yang udah menyayanginya dengan tulus. sebenarnya erwan adalah cowo yang sangat baik, tidak neko- neko tetapi sayangnya hubungannya dengan erwan tidak terlalu romantis. karena erwan dan ana termasuk hubungan yang long distance. apapun bisa terjadi pada hubungan mereka. "na, aku sayang banget ma kamu. aku pingin ketemu ma kamu na". " hm ... tapi wan, aku malu. fisik aku ga sebagus cewe lain". "aku ga perduli. aku sayang ama kamu tulus. aku ga main-main na". "hm ... beneran? tapi aku belum siap wan". "loh knp?". "aku maluuuuuu. malu bangeeeeeet". ana dan erwan berbincang cukup lama hingga kuping mereka panas.
keesokannya, ketika ana bangun, ana melihat pesan masuk yang dikirim untuknya dari erwan "bangun sayaaaaang, udah pagi ini. love you". ana tersenyum pagi ini. dia menyayangi evan tetapi dia juga menyayangi erwan. erwan selalu ada untuknya, setiap ana sedih, kesal dan marah, ana selalu menumpahkan semuanya kepada erwan. erwan tidak pernah protes ataupun marah karena dia tau, ana seorang perempuan yang tidak bisa menahan emosi, erwan tidak ingin mendengar ana menangis. dia akan selalu menjadi pendengar yang baik bagi ana dan akan selalu ada buat ana. karena itulah ana menyayangi erwan, erwan selalu ada buat dirinya.
tetapi pada hari itupun ana memutuskan hubungannya dengan erwan, karena ana merasa erwan tidak selalu ada untuknya, karena hubungan mereka long distance dan karena ana memang sudah merasa benar-benar cocok dengan evan.
setelah hari itu, evan tidak menghubungi lagi ana, mereka benar-benar lost contact. anapun tidak tahu harus bagaimana. setelah sekian lama dia mengharapkan cowo yang akan mengisi lembaran barunya,kini evan pergi entah kemana tanpa meninggalkan jejak sama sekali. beberapa minggu yang sudah lalu, ana masih memikirkan evan yang sampai saat ini masi tidak tahu keberadaannya dimana. ketika itupun ana menyesali semua apa yang sudah dia lakukan kepada cowo yang benar menyayanginya dengan tulus. menyayanginya dengan sepenuh hatinya.
ana mencoba untuk menghubungi erwan melalui akun facebooknya. status yang dibuat erwan beberapa jam yang lalu dan itu membuat ana menangis karena dia tahu erwan masi menyayanginya. status yang dibuat erwan membuat ana menyesali perbuatannya dulu, "kalau waktu itu aku tau, kalau kamu itu memang yang terbaik untuk aku. mungkin kita masih berhubungan, nikah dan mempunyai anak yang lucu-lucu". "maaafin aku erwan, aku sayang kamu" kata-kata itu terus ana ucapkan sambil menangis. dan kini hati ana benar- benar hancur. isi status yang dibuat erwan itu "teman-teman doa'in gue, gue mau melaksanakan pernikahan dengan wanita pilihan gue. yang gue sayangi".
ana sampai kinipun masi tidak bisa melepaskan kepergian erwan, ketika tidurpun erwan masi saja muncul dalam mimpinya. kenangan mereka berdua yang indah dulu kini sudah menjadi kenangan yang takan terlupakan olehnya. dan akan selalu disimpan sampai kapanpun ...
Selasa, 30 Juli 2013
Senin, 29 Juli 2013
cinta monyet ana
setiap malam ana selalu memikirkan apa yang seharusnya dia dapatkan dan gabisa lari darinya lagi. namun semua harapan itu sirna setelah si do'i pergi untuk selamanya dan gakbisa dia kejar lagi,
perasaan menyesalpun dia dapatkan dari ulahnya sendiri. pada hari sebelumnya, ana sudah ada janji dengan cowo lain buat ketemu dirumahnya. sekedar informasi, nama cowo itu evan dan nama cowo yang ana kejar adalah erwan.
pada malam hari sebelumnya, ana sudah menantikan evan datang kerumahnya. "hei van, apa kabar? kita udah lama ga ketemu yah". " iya nih, sekalinya ketemu langsung maen kerumah, iya na, ini ada hadiah buat kamu ni untuk kamu". perasaan ana saat itu tentu saja senang sekali. karena cowo yang disukainya dateng kerumah dan memberikannya hadiah. "apa ini van?". "eh jangan dibuka dulu. malu nih jelek". "yee jangan malu kali. kamu tuh kaya kesiapa aja". sebenernya ana juga punya hadiah buat do'i. sebuah jam, ga bagus-bagus amat tapi lumayan berguna buat seumuran do'i. "oya van, ini aku juga punya hadiah buat kamu nih". "apa ini na?". "buka aja". evan saat itu seneng banget karena dia dapet jam yang sebenarnya ukuran tangannya kekecilan buat ukuran jamnya. "coba pake van". evanpun senyum dan menyodorkan tangannya untuk dipakaikan oleh ana. dengan senyum-senyum manja, anapun memakaikan jamnya ditangan kiri evan. evan merasakan ada yang beda kali ini, evan merasakan degup jantung yang tidak bisa dia hindarkan, dalam keadaan setengah salah tingkah dia tersenyum manis kepada ana.
dalam beberapa saat merekapun berbincang-bincang hal-hal yang mereka alami selama mereka tidak bertemu satu sama lain.
disela-sela perbincangan tersebut, ana menunjukan bagaimana sayangnya dia sama si do'i, entah dia sadar apa tidak. tetapi anapun merasakan evanpun menyukainya.
beberapa saat yang lalu, ketika evan berpamitan untuk beribadah, ana ditelepon oleh erwan. ana sontak kaget dan tidak tahu harus melakukan apa. "hai na, lagi apa sekarang?". "hei wan, lagi diem aja nih, kamu lagi apa?" "na, aku kangen banget sama kamu". "eh wan, aku dipanggil mamah nih. ntar kita lanjutin lagi ya. bye". tuuuutttt ............
didalam hatinya, ana merasa bersalah karena sudah menduakan erwan. yang jelas-jelas erwan adalah orang yang benar-benar menyayangi ana dengan tulus. "eh van, udah sholatnya? gimana boleh dibuka sekarang ga hadiahnya?". "aduh jangan deh, malu:( jelek banget sumpeeeh". "gaperduli deh jelek atau apalah itu namanya. udah dikasih yang beginian aja, aku udah seneng banget". "iya pokoknya kamu bukanya nanti aja yaaaah". "aaaah kamu van, licik. aku aja ngebolehin kamu buat buka hadiah dari aku". "iyakan yang dari aku super spesial banget buat kamu. pokoknya kamu boleh buka itu hadiak kalau aku udah pulang yah". ana makin penasaran apa yang ada didalam bungkus kado tersebut. ana benar-benar kali ini percaya bahwa evanlah cowo yang dia sayang. "eh ana sayang, aku pulang dulu yah. udah malem nih". "yaaaah evan masa udah mau pulang lagi sih", "iya sayang, kan nanti juga kita ketemukan". evan pun berpamitan dengan ana dan keluarganya,
anapun lekas pergi kekamarnya dan membuka hadiah yang diberka evan untuknya, hadiah itu berisi lukisan dirinya yang sedang tersenyum manis manja yang dilukis oleh evan. (Hp berdering....) "maaf ya na, kalau lukisannya belum rapih". anapun membalas dengan tersnyum "makasih yah van, aku seneng banget sama lukisan ini. bagus kok. ini bagus banget". tttrrrrrttt..... "syukur deh kalo kamu suka, aku seneng dengernya. kamu lagi apa ana sayang". "iya van, makasih yah :'). lagi mandangin lukisan. kamu lagi apa van?oya van, aku mau nanyaa sesuatu." trrrrrttt ... "mau nanya apa ana sayang?". "hm .... perasaan kamu tadi gimana, waktu kamu kerumah aku van?". ttrrrrrtt .... " jujur aku deg-degan waktu kerumah kamu na, itu pertama kalinya aku kerumah kamu. aku sempet salah tingkah loh. gatau kenapa". anapun senang ketika baca sms balesan tersebut. itu berarti evan mempunya feel yang sama dengannya.
Langganan:
Postingan (Atom)